TranslateCategories
About this blog
TrimAKasiH Telah berKUnjung ke BLog iNI .... kalau ada kekurangan mohon maaf dan komen sangat saya harapkan.
Diberdayakan oleh Blogger.
AboutBlog ArchiveMengenai SayaArchives |
The Book Kuliah
You Can do'it
| Etika Profesi | 19.08 |
|
Filed under:
Etika Profesi
|
|
perubahan proses bisnis/sosial akibat teknologi yang melunturkan nilai etika tradisional
Televisi
televisi adalah sebuah media informasi yang yang sudah tidak asing lagi bagi kita semua, hampir setiap rumah memiliki televisi. dengan semakin banyaknya acara-acara yang ditayangkan televisi menjadikan banyak orang menjadi televisi sebagai kebutuhan manusia. televisi menjadi sangat berguna karena sebagai media informasi, televisi telah bekerja secara maksimal ke seluruh penjuru dunia.
namun media informasi ini telah banyak menghilangkan etika tradisional diantaranya ;
nilai sopan santun terhadap orang yang lebih tua/sesama, cara berpenampilan, sikap dan berprilaku (akhlaq seseorang ), juga menimbulkan kemalasan, dan lupa waktu.
dengan tayangan - tayangan yang ditontonkan banyak membuat perebuhan gaya hidup manusia meniru budaya-budaya yang ditampilkan, yang umumnya banyak menampilkan budaya orang-orang barat, seperti berpacaran, genk berandal, sopan santun yang sudah tidak sesuai etika, bahkan hingga pergaulan bebas, dll.
PS (PLAYSTATION)
Perkembangan tekhnologi memang sangat pesat, seperti halnya dalam dunia permainan. Salah satunya yaitu PS (Playstation). PS banyak digemari dikalangan masyarakat baik anak-anak maupun dewasa. Namun sebenarnya PS lebih banyak berdampak negatif dalam kehidupan bermasyarakat bahkan dapat berdampak menghilangkan nilai tradisional. contoh dampak negatif dari PS yaitu; terkuburnya permainan-permainan trdisional, berkurangnya tingkat kretivitas pada anak-anak, malas belajar, ketergantungan, lupa waktu, bolos sekolah, hilangnya sopan santun, taruhan, bahkan hingga mencuri atau membajak orang lain.
mungkin diatas hanya sebagian dari teknologi yang merubah nilai etika tradisonal dan masih banyak teknologi - teknologi lainya yang merubah nilai-nilai tradisional.
http://abulmyustov4.blogspot.com/2010/03/perubahan-proses-bisnissosial-akibat.html
Televisi
televisi adalah sebuah media informasi yang yang sudah tidak asing lagi bagi kita semua, hampir setiap rumah memiliki televisi. dengan semakin banyaknya acara-acara yang ditayangkan televisi menjadikan banyak orang menjadi televisi sebagai kebutuhan manusia. televisi menjadi sangat berguna karena sebagai media informasi, televisi telah bekerja secara maksimal ke seluruh penjuru dunia.
namun media informasi ini telah banyak menghilangkan etika tradisional diantaranya ;
nilai sopan santun terhadap orang yang lebih tua/sesama, cara berpenampilan, sikap dan berprilaku (akhlaq seseorang ), juga menimbulkan kemalasan, dan lupa waktu.
dengan tayangan - tayangan yang ditontonkan banyak membuat perebuhan gaya hidup manusia meniru budaya-budaya yang ditampilkan, yang umumnya banyak menampilkan budaya orang-orang barat, seperti berpacaran, genk berandal, sopan santun yang sudah tidak sesuai etika, bahkan hingga pergaulan bebas, dll.
PS (PLAYSTATION)
Perkembangan tekhnologi memang sangat pesat, seperti halnya dalam dunia permainan. Salah satunya yaitu PS (Playstation). PS banyak digemari dikalangan masyarakat baik anak-anak maupun dewasa. Namun sebenarnya PS lebih banyak berdampak negatif dalam kehidupan bermasyarakat bahkan dapat berdampak menghilangkan nilai tradisional. contoh dampak negatif dari PS yaitu; terkuburnya permainan-permainan trdisional, berkurangnya tingkat kretivitas pada anak-anak, malas belajar, ketergantungan, lupa waktu, bolos sekolah, hilangnya sopan santun, taruhan, bahkan hingga mencuri atau membajak orang lain.
mungkin diatas hanya sebagian dari teknologi yang merubah nilai etika tradisonal dan masih banyak teknologi - teknologi lainya yang merubah nilai-nilai tradisional.
http://abulmyustov4.blogspot.com/2010/03/perubahan-proses-bisnissosial-akibat.html
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
© 2008 The Book Kuliah
Design by deluxetemplates.net
0 komentar:
Posting Komentar